Super Speed Telkom Speedy

speedy 4 Comments »

Wah… barusan lagi download Ubuntu Server dan download speed yang didapat dari server lokal di indonesia lumayan cepat.

image

artikel sebelumnya tentang speed telkom speedy

Iklan di Hotmail

Web Browser No Comments »

image

Jika menggunakan email di account hotmail tentunya sering melihat iklan yang ada di banner-nya. Saat ini iklan yang ada dari operator selular Indosat. Sebenarnya joule kurang mengerti dengan maksud iklan ini, apalagi posisinya sangat mengganggu, terutama jika anda ingin melihat ke isi email karena telah tertutup oleh banner iklan.

Untung pake Firefox, tinggal pake AdBlock Plus dan block akses ke iklan tersebut seperti gambar di bawah ini

image

Setelah itu hilang sudah banner iklan yang cukup mengganggu tersebut (^_^)v

BNI terimbas kebangkrutan Lehman

Lehman, Klipping, Ekonomi 2 Comments »

Kebangkrutan bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat, Lehman Brothers, turut menyeret bank dalam negeri yang mengoleksi surat utang lembaga itu. PT Bank Negara Indonesia Tbk berpotensi merugi. “Potential lost surat utang Lehman Brothers yang BNI miliki hanya US$7,8 juta saja [Rp7,2 miliar]” ujar Dirut BNI Gatot M Suwondo dalam pesan singkatnya di Jakarta, pekan lalu.
Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, pekan lalu, membantah bank yang dipimpinnya mempunyai exposure pada Lehman Brothers, AIG dan lembaga keuangan AS lainnya. “Saya tegaskan kami tidak punya,” katanya. Dalam paparan publiknya yang disampaikan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam LK) Bank Mandiri juga menyampaikan hal serupa.
Direktur Treasury dan Internasional Bank Mandiri Thomas Arifin mengatakan pihaknya tidak memiliki exposure pada lembaga keuangan, seperti Lehman Brothers, karena surat utang itu terlalu rumit.

taken from www.bankmandiri.co.id

Barclays Beli Divisi Perbankan Lehman

Lehman, Klipping, Ekonomi No Comments »

NEW YORK, SELASA - Barclays PLC, Selasa (16/9) waktu setempat, setuju untuk membeli divisi perbankan Lehman Brothers, yakni Lehman’s North American senilai 250 juta dollar AS tunai.

Bank asal Inggris itu juga membeli markas Lehman di New York dan dua pusat data di New Jersey senilai 1,5 miliar dollar AS.

Barclays menyatakan akan mengakuisisi operasi Lehman North American, termasuk unit bank investasi, riset, perdagangan, dan penjualan saham. Dengan penjualan itu, sekitar 10.000 karyawan Lehman akan terkena PHK.

Barclays dan Lehman mencapai kesepakatan setelah empat jam pernyataan bangkrut perusahaan investasi terbesar keempat di AS itu dikumandangkan di ruangan pengadilan pailit AS Manhattan. Kesepakatan ini masih memerlukan persetujuan dari pengadilan kepailitan.

Perusahaan induk Lehman Brothers Holdings Inc menyatakan bankrut pada Senin (15/9) waktu setempat setelah tidak bisa mendapatkan pendanaan segar untuk menutup balance sheet-nya.

Sementara itu, eksekutif Lehman masih terus melakukan negosiasi untuk menjual divisi investasinya. Divisi tersebut menurut analis Wall Street bernilai sekitar 10 miliar dollar AS.

Menurut sumber, seperti dikutip AP, Lehman fokus untuk mencoba menjualnya kepada perusahaan saham swasta. "Penjualan tersebut diharapkan pada hari-hari ini," ujar sumber.

Rontoknya Institusi Wall Street

Klipping, Ekonomi No Comments »

Tsunami finansial. Demikian kalangan pasar finansial menggambarkan drama rontoknya sejumlah raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street dalam beberapa hari terakhir.

Seperti mimpi buruk. Dalam waktu singkat, kondisi pasar finansial AS seperti dijungkirbalikkan dan tersapu habis. Lehman Brothers, yang merupakan perusahaan sekuritas keempat terbesar di AS dan salah satu tertua di Wall Street, harus mengaku bangkrut. Merrill Lynch harus merelakan diri diakuisisi oleh perusahaan yang menjadi rivalnya selama ini, Bank of America.

Pemerintah juga dipaksa menalangi dan Federal Reserve harus menjadi lender of resort (penjamin likuiditas terakhir perbankan) sejumlah raksasa bank investasi, lembaga sekuritas atau perusahaan asuransi, dan penjamin kredit yang rontok satu per satu, mulai dari Bear Stearns, Fannie Mae dan Freddie Mac, IndyMac, hingga American International Group (AIG), karena alasan risiko sistemik. UBS, bank tabungan, dan bank kredit terbesar Washington Mutual juga di ujung tanduk. Hingga sekarang belum ditemukan investor penyuntik modal.

Dua bank investasi yang masih tersisa, Morgan Stanley dan Goldman Sachs, kemungkinan juga akan dipaksa merger dengan bank lain guna menghindari nasib serupa. AS harus menelan ludah sendiri. Negara adidaya ekonomi yang sebelumnya menolak masuknya investasi BUMN milik pemerintah asing (sovereign wealth fund/SFW) ke lembaga keuangan dan sektor strategis lain di negaranya—karena desakan sentimen nasionalisme di dalam negeri—itu kini harus mengemis kepada bank-bank asing untuk mengakuisisi atau menjadi partner merger bank-bank nasionalnya karena krisis likuiditas yang dihadapi.

Keruntuhan lembaga-lembaga keuangan besar Wall Street—sebagai rentetan dari krisis kredit macet perumahan yang sudah berlangsung sejak Juli 2007— itu memicu kekhawatiran akan terjadinya efek domino yang menuntun ke spiral kebangkrutan seluruh sistem finansial global.

Di Inggris, sejauh ini sudah ada dua bank Inggris yang kolaps, HBOS dan bank kredit Halifax Bank. Keruntuhan fondasi keuangan Wall Street juga berdampak sangat destruktif pada perekonomian AS, pasar finansial, dan perekonomian global.

Pasar saham mengalami kejatuhan terbesar sejak insiden serangan teroris ke World Trade Center, 11 September 2001. Pencapaian 10 tahun terakhir pun lenyap dengan indeks Standard & Poor’s turun di bawah level tahun 1998. Hingga kemarin, saham dari berbagai sektor secara accross the board terus berjatuhan, diikuti indeks di bursa-bursa saham di seluruh dunia.

Kalangan analis mengingatkan, krisis memasuki periode yang semakin berbahaya dengan nyaris lumpuhnya pasar surat utang karena investor di berbagai penjuru dunia yang panik berebut memindahkan uangnya ke instrumen yang lebih aman, seperti T-bills dan emas.

Krisis likuiditas, yang dikombinasikan dengan krisis kepercayaan juga membuat suku bunga pinjaman bagi sektor korporasi membubung tinggi, membuat dunia usaha kesulitan membiayai kegiatan operasi sehari-hari mereka. Suku bunga pinjaman jangka pendek antarbank (overnight) sempat melonjak hingga 8,5 persen, Kamis, sebelum turun kembali ke 2 persen pascaintervensi bank-bank sentral negara maju.

Perkembangan situasi di Wall Street dari jam ke jam dan dari hari ke hari yang sangat cepat dengan efek ramifikasi yang luas ke seluruh penjuru dunia membuat tak ada seorang pun berani meramalkan apa yang akan terjadi ke depan.

Beberapa analis, termasuk mantan Pemimpin Fed Alan Greenspan memprediksi bakal ada lagi perusahaan finansial besar lain di Wall Street yang akan kolaps.

Bangkrut

Untuk meredam gejolak, Fed dan pemerintah sudah mengambil sejumlah langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar. Selain memfasilitasi pengambilalihan lembaga keuangan yang kolaps oleh perusahaan lain, Fed juga memperluas jenis kolateral untuk pinjaman Fed. Dengan fasilitas ini, dimungkinkan lembaga keuangan menjaminkan sahamnya untuk mendapatkan fasilitas pendanaan darurat Fed.

Pemerintah juga akan menambah jumlah surat berharga pemerintah dalam lelang berkala yang dilakukan pemerintah. Dengan tekanan, Fed juga berhasil memaksa 10 bank terbesar berkolaborasi menghimpun dana senilai 70 miliar dollar AS sebagai sumber likuiditas darurat yang bisa digunakan lembaga keuangan yang kesulitan likuiditas jangka pendek. Komisi Sekuritas dan Saham juga mengeluarkan aturan yang melarang praktik transaksi short selling.

Namun, sejauh ini semua upaya ini gagal meyakinkan pasar. Kejatuhan harga saham baru tertahan setelah kalangan bank sentral negara maju melakukan intervensi dengan memompakan likuiditas senilai 180 miliar dollar AS ke pasar uang global dalam upaya melonggarkan krisis likuiditas yang dihadapi Wall Street. Namun, para analis meyakini efeknya hanya akan sementara.

Rontoknya institusi Wall Street menunjukkan kerapuhan fondasi hegemoni sistem kapitalisme AS dengan Wall Street sebagai pilar utamanya. Krisis sekarang ini adalah akibat kombinasi dari moral hazard yang luar biasa di kalangan industri keuangan Wall Street dan sikap menutup mata di kalangan otoritas pasar finansial, otoritas moneter (Fed), dan juga pemerintah yang selama ini asyik bermain mata dengan para big boy di Wall Street

taken from http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/19/08573873/rontoknya.institusi.wall.street

Debenham Midnight Shopping

Shopping, Life No Comments »

Debenham_Sale

Koneksi Speedy

speedy 1 Comment »

wah jarang2x nih koneksi speedy bisa dapat kecepatan segini :)

image

Secara saat ini lagi promo speedy kan baca link ini, mudah - mudahan akses telkom dapat ditingkatkan terus kualitas pelayanannya.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login
Close
E-mail It