berpikir untuk punya rumah sendiri

Life 1 Comment »

image

Yup itu yang terlintas siang ini oleh both my parents. Menurut mereka sudah saat nya buat joule memiliki rumah sendiri selain lebih mengajarkan untuk mandiri juga untuk investasi dimasa depan.

Memang sich jika dilihat kenaikan harga rumah saat ini sangat cepat, bahkan lebih cepat dari laju inflasi di negara indonesia :(

Okay let me thinking it first (^_^) v

Jika emang sudah siap untuk punya rumah sendiri berarti harus langsung Booking biar gak diambil orang nich.

Oh Home sweet home…

freeware from vmware

VMWARE No Comments »

image

Untuk sejenak, mari mengulang definisi hypervisor, just-in-case ada pemula disini… Supervisor adalah keadaan dimana program mendapat akses tertinggi untuk menjalankan kode (pasti semua kernel OS bekerja dalam keadaan supervisor). Dalam arsitektur Intel PC, supervisor selalu jalan di Ring 0 (Nol). Nah, jika kita akan meng-install sebuah Guest OS di atas Host OS, misal Windows Vista di atas Mac OS X, maka yg menjadi pertanyaan adalah bagaimana Guest Windows Kernel bisa berjalan dalam keadaan supervisor? Ta da… masuklah yg namanya Hypervisor, yg dapat menangkap instruksi supervisor di Guest OS dan mentranslasikannya ke instruksi supervisor di Host OS. Dalam kata lain, hypervisor adalah VMM (Virtual Machine Manager).

Dengan hadirnya procesor berbasis Intel Virtualization Technology (VT) atau dulunya codename Vanderpool dan AMD Pacifica, kedua hardware vendor tadi membuat Ring -1 (minus 1) yg tentunya berada di bawah Ring 0: Hypervisor berjalan dibawah Supervisor. Artinya, Guest OS akan jalan setara dengan Host OS, yaitu di Level 0. Sekarang tidak ada lagi “penangkapan” instruksi di supervisor Guest OS dan “menerjemahkan-nya” menjadi instruksi supervisor di Host OS (ada yg menyebutnya virtualisasi secara emulasi). Dengan VT dan Pacifica, Guest OS langsung ngobrol dengan hardware via Hypervisor langsung. Inilah yg menyebabkan “near-native” performance jika kita punya Hardware & Hypervisor yg support Intel VT/AMD Pacifica.

Ok, emang lebih enaknya dijelasin pake Gambar, tapi nanti jadi kepanjangan deh nih post (aku sambung di post berikutnya yaa).

Kembali ke VMware ESXi, apa yg menarik dari-nya?

  • Support Intel VT/AMD Pacifica, jadi “near-native” performance.
  • Small Footprint, VMware ESXi cuman 32MB.
  • Standalone, tidak butuh Host OS.

Perbandingannya dengan Windows Server 2008 Hyper-V?

  • Sama-sama support Intel VT/AMD Pacifica
  • Beli Windows Server 2008 dulu, baru dapet Hyper-V gratis.
  • Small footprint juga, 30.5MB, tapi harus install Windows Server 2008 dulu.

Yang menarik, sebenarnya Microsoft juga akan release standalone hypervisor, yg katanya akan dinamakan Microsoft Hyper-V (menurut website Paul Thurrot). Tapi dengan di-gratis-kannya VMware ESXi, apakah Microsoft Hyper-V juga akan gratis? Kalo iya, wow, ini benar-benar kompetisi yg menguntungkan kita para ITPro dan Developer :)

Tulisan di atas adalah kutipan dari rekan joule, bro Zeddy. Menarik juga infonya. Kemampuan yang diberikan oleh VMWare ESXi hampir sama dengan Virtual Infrastructure 3. Beda antara VMWare ESXi dengan VMWare ESX seperti dibawah ini:

VMWare ESX:

  • Not free, musti beli license or at least crack it.
  • di support oleh banyak software backup
  • Support feature seperti, VMWare HA, VMotion, Consolidated Backup

VMWare ESXi:

  • It’s free, gak usah keluar duit ampe lima rebu dollar
  • hm, gak support untuk backup agent.
  • Feature-nya limited untuk jadi Virtual Machine server, namun at least lebih baik dari produk tetangga

so untuk mendownloadnya bisa langsung ke link ini

Update:

  • Serial number yang dapat digunakan HG21Q-4A180-46C08-0R14K-CPF7M - update 31 july 2008
WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login
Close
E-mail It